Sejarah Penemuan Listrik

Sejarah Penemuan Listrik Hingga Masuk ke Indonesia

Berbicara mengenai sejarah penemuan listrik hingga masuk ke Indonesia, sejarahnya sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang. Meski sebagian besar listrik telah masuk ke Indonesia, masih banyak desa-desa di Indonesia yang belum dapat teraliri listrik.

Hal tersebut disebabkan oleh kendala infrastruktur, karena lokasi desa-desa tersebut umumnya sangat terpencil. Selain itu, ketersediaan sumber energi pun menjadi kendala lainnya. Sedangkan listrik sendiri, termasuk salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat.

Di sisi lain perkembangan teknologi pun semakin canggih, yang mana membuat peranan tenaga listrik semakin penting.

Nah, listrik yang saat ini digunakan sebagai penerangan dan kebutuhan lainnya memiliki sejarah panjang yang penting untuk diketahui.

Mengetahui Sejarah Penemuan Listrik Hingga Masuk ke Indonesia

Sejarah Penemuan Listrik

Sejarah menyebutkan bahwa, ide mengenai listrik ini dicetuskan pertama kali oleh Filsuf Yunani yakni Thales (640 – 546 SM).

Saat itu, ia menggosok “amber” bersamaan dengan bulu kucing. Sehingga benda-benda ringan pun dengan segera mendekati, bahkan ikut menempel pada benda yang tengah digesekkan tersebut.

Nah, proses ini pun menggambarkan sebuah proses sederhana yang kita sebut sebagai listrik statis di zaman sekarang ini.

Akan tetapi pada saat itu Thales belum mengetahui nama dari peristiwa yang dibuatnya tersebut.

Sampai pada tahun 1733, William Gilbert yang merupakan ilmuwan asal Inggris menyebut peristiwa yang dialami Thales sebagai “elektrik”. Berdasarkan bahasa Yunani, elektrik yaitu Elektron atau juga batu ambar.

Selanjutnya pada tahun 1746, Benjamin Franklin akhirnya diklaim menjadi orang pertama sebagai penemu listrik.

Sosok Benjamin Franklin merupakan ilmuwan, penulis, penerbit, dan diplomat Amerika yang juga menjadi pelopor bagi istilah “positif” dan “negatif” dalam listrik.

Kemudian pada tahun 1748, Benjamin Franklin membuat kapasitor pelat ganda yang disebut sebagai Baterai Listrik.

Ia membuatnya dengan menempatkan sebelas panel kaca, yang kemudian diapit diantara pelat timah. Lalu digantung dengan tali sutra hingga akhirnya disambungkan dengan kabel.

Setelah itu rangkaian proses pengembangan pada penelitian listrik telah dilewati cukup panjang. Hingga sosok Michael Faraday melakukan penelitian tentang fenomena elektromagnetisme pada tahun 1821. Ia menciptakan sebuah alat yang disebut dengan “homopolar motor”.

Kemudian alat yang diciptakannya tersebut memiliki gerakan melingkar secara terus-menerus. Gerakan tersebut dihasilkan oleh gaya lingkaran magnet yang mengelilingi kabel dan kemudian diperpanjang sampai ke dalam genangan senyawa merkuri.

Dengan begitu, dapat diambil kesimpulan. Yakni kabel berputar mengelilingi magnet. Khususnya kalau dialiri arus listrik yang berasal dari baterai tadi.

Hingga akhirnya tercipta sebuah alat yang kita sebut dengan nama dinamo pembangkit listrik atau juga generator listrik.

Listrik Semakin Berkembang ke Penjuru Dunia

Kemudian dalam proses perkembangannya yang semakin baik, tenaga listrik tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Alhasil tenaga listrik pun mulai didistribusikan secara resmi di bulan Januari pada tahun 1882 di London, Inggris.

Pada bulan September tahun 1882, tenaga listrik mulai dioperasikan di pusat tenaga listrik yang berada di kota New York, Amerika Serikat.

Di masa tersebut pengoperasian tenaga listriknya menggunakan tenaga listrik arus searah (DC) yang bertegangan rendah. Sehingga belum dapat mencukupi seluruh kebutuhan untuk kota-kota tersebut.

Di ketahui Lucian Gauland dan juga John Gibbs menjual hak paten dari generator arus bolak-balik atau AC, pada seorang pengusaha yang bernama George Westinghouse pada tahun 1885.

Dan akhirnya, perkembangan dalam pendistribusian tenaga listrik ini pun semakin mengedepankan pembuatan transformator.

Hingga akhirnya diperolehlah sistem jaringan listrik arus bolak-balik, sebagai sistem transmisi dari sebuah pembangkit listrik untuk sampai ke pemakai.

Sejarah Perkembangan Listrik di Indonesia

Sedangkan untuk perkembangan listrik di Indonesia sendiri, bermula dari zaman penjajahan Belanda.

Tepatnya listrik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1897 di Gambir, Jakarta. Pada zaman tersebut ada pula beberapa perusahaan Belanda yang mendirikan pembangkit listrik, yang tak lain digunakan untuk kebutuhannya sendiri.

Salah satunya perusahaan Belanda yang bernama “Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij” atau ANIEM. Perusahaan ANIEM mengelola pabrik gula dan pabrik teh dan juga mendirikan pembangkit listrik tadi.

Kemudian pembangkit listrik tersebut disebar-luaskan tepatnya di Medan pada tahun 1899. Selain di Medan, ada pula pembangkit listrik yang ditempatkan di Surakarta pada tahun 1902. Di Bandung tahun 1906, di Surabaya tahun 1912 hingga di Banjarmasin pada tahun 1922 tepatnya.

Setelah itu Jepang datang untuk menjajah Indonesia pada tahun 1942. Sehingga terdapat banyak aset negara yang kemudian diambil alih oleh Jepang. Tak terkecuali dengan perusahaan listrik di Hindia Belanda.

Sampai akhirnya semua urusan mengenai kelistrikan yang ada di seluruh Jawa, ditangani oleh sebuah lembaga yang didirikan pihak Jepang. Lembaga tersebut dikenal dengan nama Djawa Denki Djigjo Kosja.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 27 Oktober 1945 Presiden Soekarno pun menetapkan Perusahaan Listrik dan Gas di bawah pengawasan Departemen Pekerjaan Umum yaitu Jawatan Listrik dan Gas.

Kepala Jawatan Listrik dan Gas yang pertama dipegang oleh Ir. R. Soedoro Mangoenkoesoemo, yang ditetapkan secara resmi pada tanggal 27 Oktober 1945. Peristiwa sejarah mengenai listrik inilah yang akhirnya dikenal sebagai Hari Listrik Nasional.

Penerangan Untuk Seluruh Negeri

Itulah sejarah penemuan listrik mulai dari awal mulanya hingga bisa sampai ke Indonesia seperti sekarang ini.

Karena di Indonesia sendiri masih banyak desa-desa yang membutuhkan aliran listrik, maka diharapkan suatu saat nanti aliran listrik yang terang benderang dapat dirasakan dan dinikmati hingga ke pelosok desa yang ada di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *