Proses Pembentukan Logam

Proses Pembentukan Logam dari Proses Bulk Deformation

Proses pembentukan logam, atau dalam istilah resminya dikenal dengan nama metal-forming, adalah serangkaian proses yang dilakukan dengan memberikan gaya pada logam hingga terjadi deformasi plastis.

Sementara itu, deformasi sendiri dihasilkan dari penggunaan suatu alat atau perkakas, seperti “die dan roller”. Alat atau perkakas itulah yang nantinya digunakan untuk memberikan tekanan pada benda kerja yang melebihi yield strength logam tersebut.

Tekanan yang diterapkan oleh alat atau perkakas tersebut untuk merusak bentuk logam biasanya bersifat menekan atau compressive.

Tapi pada beberapa kasus proses pembentukan logam, kita bisa melakukannya dengan memberikan tegangan geser, membengkokkan, atau merenggangkan logam. Contoh dari proses ini adalah pengecoran, tempa, ekstrusi, dan lain sebagainya.

Bulk Deformation, Salah Satu Jenis Proses Pembentukan Logam

Pembentukan Logam
kawatlas.jayamanunggal.com

Selain untuk mengubah bentuk benda kerja menjadi bentuk yang diinginkan, tujuan dari proses pembentukan logam atau metalforming ini yaitu juga untuk memperbaiki sifat logam dengan cara memperbaiki struktur mikronya.

Misalnya, menyamakan dan menghaluskan logam, memecahkan dan mendistribusikan inklusi, menutup rongga cacar cor, serta memperkuat logam dengan mekanisme pengerasan regangan.

Sementara itu, dalam proses pembentukan logam ini dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian, salah satunya yakni proses bulk deformation dan

Proses bulk deformation sendiri adalah sebuah proses pembentukan logam yang memiliki karakteristik utama mengubah bentuk logam secara signifikan dan besar-besaran.

Selain itu, juga dilihat dari perbandingan luas permukaan bidang benda kerja dengan volumenya yang relatif kecil, maka dari itu proses ini dikenal dengan nama “bulk”. Proses bulk deformation ini dibagi menjadi beberapa proses, antara lain:

1. Rolling

Rolling dilakukan untuk mengurangi tingkat ketebalan pada lempengan dengan menggunakan satu pasang roller, yang mana merupakan bagian dari sebuah proses kompresi.  Pengerjaan roller ini terbagi menjadi dua, yakni hot rolling dan cold rolling.

2. Forging

Forging merupakan proses deformasi di mana logam ditekan di anatara dua cetakan atau die. Proses tekanan ini biasanya dilakukan dengan memberikan tekanan kejut secara terus-menerus.

Berdasarkan temperatur kerjanya, forging ini dibedakan menjadi dua macam yakni hot forging dan juga cold forging. Hot forging ini merupakan sebuah proses forging yang dilakukan pada logam bersuhu tinggi.

Proses hot forging ini dilakukan jika Anda ingin mengurangi kekuatan logam namun meningkatkan sifat bentuknya. Sedangkan, cold forging merupakan proses forging yang dilakukan pada logam yang suhunya dingin.

Dibandingkan dengan hot forging, cold forging ini memiliki akurasi ukuran dan kualitas permukaan yang lebih baik.

Sedangkan berdasarkan derajat pembatasan arah aliran logam oleh cetakan, forging ini dibagi menjadi tiga jenis. Ketiga jenis ini antara lain open-dieforging, impression-die forging dan flashless forging

3. Extrusion

Dalam salah satu tahap pengolahan logam, proses ekstruksi berguna untuk mengurangi penampang yang dilakukan dengan cara memberikan tekanan pada bahan logam pada rongga cetakan.

Metode pembentukan logam ini membutuhkan gaya tekanan yang relatif besar. Proses ini biasanya digunakan untuk membuat batang silinder, tabung berongga, dan lain sebagainya.

Proses ini dibedakan menjadi dua, yakni forward extrusion (langsung atau searah), dan reverse extrusion (tak langsung atau berlawanan arah)

4. Drawing

Drawing merupakan sebuah tahap yang dilakukan dengan memberikan tekanan pada logam hingga tercapai bentuk akhir.

Bentuk akhir tersebut ditentukan oleh punch sebagai penekan, dan juga die sebagai tatakan logam ketika terjadi proses punch.

Pada umumnya berbagai jenis material logam dalam bentuk lembaran yang dapat digunakan untuk proses drawing ini adalah stainlessstell, aluminium, tembaga. Perak, emas, baja, atau titanium. Namun, Lembara logam dalam proses drawing ini harus memiliki ketebalan 6 mm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *