Arus Listrik AC dan DC

Jenis dan Pengertian Arus Listrik

Pengertian Arus Listrik – Seiring perkembangannya, listrik telah menjadi bagian paling penting dalam kehidupan manusia. Termasuk setiap peralatan yang membutuhkan listrik sebagai penunjang utama dengan energi yang muncul.

Jika melihat pada definisinya, pengertian arus listrik merupakan muatan yang mengalir dari satu titik ke titik lainnya. Arus tersebut masuk dalam rangkaian satuan waktu.

Arus listrik muncul karena perbedaan potensial atau tegangan terhadap media penghantar antara dua titik berbeda.

Dengan kata lain, semakin besar nilai tegangan maka semakin besar pula nilai arus yang mengalir di kedua titik.

Listrik sendiri telah ada sejak dulu dengan perkembangannya, dan menjadi salah satu kebutuhan utama yang menunjang aktivitas. Bahkan termasuk kilatan petir yang kuat hingga menerangi langit.

Petir yang masuk dalam fenomena alam juga menunjukkan atau merupakan bagian dari energi listrik.

Berdasarkan sejarahnya, gejala listrik diselidiki sejak 600 SM oleh seorang ahli filsafat Yunani Kuno bernama Thales.

Batu Ambar yang kemudian digosok menggunakan kain sutra serta mampu menarik sejumlah potongan jerami, hingga disebut ambar dengan muatan listrik.

Listrik sendiri terbagi ke dalam dua jenis yakni listrik statis yang cenderung diam dan tidak mengalami pergerakan.

Berbanding terbalik dengan listrik dinamis yang mengalami pergerakan.

Pengertian Arus Listrik

Pengertian Arus Listrik

Lebih dalam, satuan arus listrik dalam internasional Ampere (A) ditulis dalam rumus arus listrik melalui simbol la(current).tw.

Aliran listrik tersebut mengikuti arah aliran yang bermuatan positif. Artinya, arus listrik tersebut mengalir melalui muatan positif menuju muatan negatif.

Dalam istilah lain, arus listrik mengikut kepada aliran dengan muatan positif. Arah arus dari positif ke negatif tersebut sama halnya dengan aliran dari potensial ke potensial yang rendah.

Zat pada dasarnya terdiri dari partikel-partikel kecil yang juga disebut sebagai atom. Di dalam atom tersebut, terdapat partikel pendukung lain yang lebih kecil sekaligus disebut inti atom atau nukleus, serta dikelilingi sejumlah elektron.

Pada elektron bermuatan listrik negatif, proton yang bermuatan listrik positif serta neutron yang tidak bermuatan listrik atau netral. Elektron memungkinkan untuk meloncat dari suatu atom ke atom yang lain.

Atom yang kemudian ditinggal akan menjadi kekurangan elektron dan disebut atom bermuatan listrik (ion positif).

Atom lain akan menerima elektron menjadi kelebihan elektron yang juga disebut bermuatan listrik negatif.

Sementara itu dalam tinjauan mikroskopik, sebuah benda bisa dikatakan bermuatan listrik apabila benda tersebut memiliki kelebihan atau kekurangan elektron.

Oleh sebab itu, elektron yang bermuatan negatif dan benda dengan kelebihan elektron otomatis akan bermuatan negatif. Beda halnya dengan benda yang kurang memiliki elektron maka akan bermuatan positif.

Seiring perkembangannya, setelah elektron ditemukan ilmuwan fisika J.J Thompson pada era 80 hingga 40-an, maka muatan yang mengalir pada suatu penghantar bukan merupakan muatan positif, melainkan muatan negatif yang juga disebut elektron.

Perbedaan Arus Listrik AC dan DCPengertian Arus Listrik lengkap

Untuk membedakannya, terdapat dua jenis aliran listrik yang dibedakan berdasarkan arah aliran.

1. Arus Listrik Direct Current (DC)

Arus listrik Direct Current (DC) merupakan jenis aliran yang mengalir hanya dengan satu arah, atau, dengan arah yang sama dan biasa disebut arus searah.

Contoh aliran ini semisal baterai, sel surya, pencatu daya (power supply) dan aki.

2. Arus Listrik Alternating Current (AC)

Jenis berikutnya adalah Alternating Current (AC) yang merupakan arus listrik dengan aliran arus berbeda, kebalikan dari Direct Current yang hanya mengalir pada satu arah saja.

Jenis ini selalu mungkin untuk berubah atau biasa disebut dengan arus bolak-balik.

Bentuk gelombang yang dihasilkan AC yakni Sinus, kendati pada aplikasi tertentu juga memiliki bentuk gelombang segitiga serta gelombang persegi tergantung penggunaannya.

Contoh sumber arus listrik AC atau bolak-balik adalah listrik PLN dan segala jenis listrik yang dibangkitkan melalui generator listrik, gelombang audio dan gombang radio sebagai bagian dari arus listrik AC.

Teori Aliran Arus Listrik

Berikutnya soal aliran arus listrik yang memiliki dua teori yakni konvensional (conventional current) dan aliran elektron (electron flow).

1. Aliran Arus Listrik Konvensional

Secara konvensional aliran arus listrik ini juga sering disebut rangkaian elektronika, yang mengalir dari arah positif ke negatif.

Prinsip yang digunakan dalam aliran arus konvensional adalah aliran prinsip muatan.

Arus current di sisi lain juga dimaknai sebagai aliran muatan positif pada penghantar tertentu dari yang memiliki potensi tinggi ke potensi yang rendah.

Kendati demikian, arah arus listrik ini berlawanan terhadap aliran elektron pada penghantar yang ada.

Konsep yang digunakan dengan aliran ini digunakan untuk memudahkan pemahaman terkait arah aliran dari positif ke negatif.

2. Aliran Elektron

Berikutnya adalah aliran elektron yang berlawanan dengan arah aliran listrik konvensional. Hal ini juga karena elektron termasuk partikel dengan muatan negatif, selain itu dapat bergerak bebas, jadi ditarik pada terminal positif.

Oleh karena itu, arah aliran listrik pada suatu rangkaian yakni aliran elektron jika dari kutub negatif baterai (katoda) dan kembali ke kutub positif baterai (anoda). Maka arah aliran elektron yakni dari arah negatif ke positif.

Perlu Kamu Tahu: Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis

Hambatan dalam Arus Listrik

Listrik bekerja dengan hambatan sebagai perbandingan antara tegangan listrik, dari komponen elektronik semisal resistor, melalui arus yang melewatinya.

Selanjutnya, rumus hambatan pada arus listrik digambarkan sebagai berikut:

R = V/I

Keterangan:

a. V adalah suatu tegangan
b. I adalah suatu arus.
c. Satuan SI untuk Hambatan yaitu Ohm (R).

Itulah jenis serta pengertian arus listrik dasar. Keduanya, memiliki tujuan dan fungsi masing-masing dalam penerapannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *