perbedaan Listrik Statis dan Dinamis

Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis

Listrik Statis dan Dinamis – Sebagai salah satu kebutuhan utama manusia, listrik memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan sehari-hari.

Sementara jika mengacu kepada jenisnya, listrik memiliki dua segmen berbeda yakni listrik statis dan dinamis yang dibedakan berdasarkan pergerakannya.

Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan secara detail dan rinci mengenai perbedaan dasar keduanya, persamaan termasuk penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, perbedaan listrik statis dan dinamis dilihat dari pergerakannya. Untuk lebih detail, berikut ini penjelasannya.

Listrik Statis

Listrik Statis contoh

Dari definisi yang ada, listrik statis berarti muatan listrik yang memiliki jumlah tertentu serta tidak bergerak.

Hal inilah yang membuat listrik diam untuk sementara waktu terhadap suatu benda. Tidak adanya pergerakan listrik terhadap suatu benda tersebut, disebabkan lantaran muatan listrik tidak mengalir serta berpindah arus dengan terbatas.

Listrik statis sendiri timbul dikarenakan gesekan dua buah benda yang memiliki perbedaan pada muatan listrik.

Muatan listrik kemudian akan tetap ada sampai objek benda kehilangan arus yang selanjutnya melepaskan muatan listrik yang telah ada.

Muatan listrik tersebut bisa mengarah ke positif namun bisa juga negatif, dengan muatan berupa zat yang terbentuk dari kumpulan atom.

Setiap atom tersebut memiliki inti atom yang terdiri dari elektron dan proton di sekelilingnya. Proton mempunyai muatan positif yang berbanding terbalik dengan elektron yang bermuatan listrik negatif.

Pengertian Listrik Dinamis

Listrik Statis dan Dinamis

Selanjutnya adalah listrik dinamis, ditandai dengan aliran yang bergerak serta mengalir. Listrik dinamis juga diartikan sebagai sebuah gejala listrik yang diakibatkan adanya muatan listrik bergerak, bisa juga mengalir dalam suatu rangkaian listrik di dalamnya.

Listrik jenis ini umumnya bergerak dari posisi tertentu dengan muatan elektron yang tinggi, bergerak ke posisi elektron lebih rendah sehingga seimbang antara keduanya.

Listrik dinamis pada dasarnya berasal dari sumber listrik atau sejenis pembangkit listrik macam aki, generator, baterai dan lain sebagainya.

Jenis listrik ini pula, yang cenderung memiliki tegangan listrik yang lebih besar, termasuk daya listrik dan bisa menghasilkan arus untuk dialirkan.

Proses inilah yang nantinya digunakan dalam sebuah rangkaian listrik yang mengalir.

Penerapan Listrik Statis dan Dinamis dalam Aktivitas

Listrik statis maupun dinamis, pada dasarnya ditujukan untuk memudahkan kehidupan sehari-hari manusia. Keduanya, memiliki daya guna yang kemudian bakal diterapkan.

Penerapan Listrik Statis

Dalam aktivitas harian, listrik statis bisa dilihat ketika seseorang menyisir rambut. Pada sejumlah kondisi rambut akan berdiri sendiri karena gerakan sisir yang berulang.

Hal ini adalah contoh kecil dari pergerakan listrik statis dengan satu arah karena interaksi dan gesekan antara rambut dan sisir.

Pada contoh yang lebih general yakni petir, di mana energi listrik yang dihasilkan oleh petir terjadi lantaran pergerakan awan yang terus menerus.

Akibatnya, terjadi gesekan terhadap dua lempengan yakni awan dan bumi, dan memiliki nilai potensi yang berbeda.

Berikutnya adalah daya tarik menarik dari dua tangan dan balon apabila keduanya digosok atau digesek.

Gesekan tersebut akan membuat dua material yang saling bersentuhan menimbulkan arus listrik statis.

Kondisi ini diakibatkan karena material kehilangan elektron sebagai pemicu muatan listrik yang positif.

Terakhir adalah kondisi ketika mendekatkan tangan pada layar televisi yang baru dimatikan. Tindakan ini akan memicu rambut pada tangan bakal berdiri karena daya listrik yang dihasilkan.

Penerapan Listrik Dinamis

Beda halnya dengan contoh listrik dinamis seperti mainan dengan baterai. Mobil tersebut, secara otomatis bakal bergerak jika dipasang baterai yang sesuai lantaran muatan listrik yang terdapat pada baterai otomatis mengalir dalam rangkaian listrik di dalamnya.

Berikutnya adalah penggunaan lampu senter yang digunakan sebagai penerang utama, yang memungkinkan untuk bergerak secara fleksibel tergantung objek penerangan.

Contoh lain dari listrik dinamis adalah sejumlah peralatan listrik yang bersumber sama dalam kebutuhan operasional semisal televisi, AC, kipas angin serta alat elektronik lainnya.

Segmen inilah yang paling mudah dikenali pada listrik dinamis. Di mana pergerakannya mendorong seluruh peralatan teknologi untuk berfungsi, dan berjalan sebagaimana mestinya.

Listrik dinamis dirancang dalam satu jenis, untuk kemudian dikembangkan dan menjadi komponen dasar terhadap semua perangkat teknologi.

Baca Juga: Alat Penghemat Listrik Paling Ampuh

Perbedaan dasar Listrik Statis dan Dinamis

Dari penjelasan perihal listrik dinamis dan statis di atas, maka kita bisa membedakan dasar perihal keduanya seperti berikut ini:

  1. Listrik statis berasal dari gesekan antara dua benda berbeda yang saling bersentuhan, sementara listrik dinamis berasal dari pembangkit atau sumber listrik secara langsung.
  2. Sifat listrik statis tidak bergerak atau diam, akibatnya tidak dapat mengalir ke dalam sebuah rangkaian listrik. Sementara pada listrik dinamis bisa mengalir dalam elektronika atau suatu rangkaian listrik.
  3. Pelepasan terhadap muatan listrik statis berada pada waktu singkat, sementara pelepasan muatan listrik dinamis memungkinkan untuk diatur berkelanjutan pada waktu tertentu.
  4. Parameter dari listrik statis cukup sulit diukur, sebut saja tegangan, pengukur arus, daya listrik serta hambatan. Sedangkan listrik dinamis mungkin untuk diukur menggunakan alat baku.

Persamaan Listrik Statis dan Listrik Dinamis

Melalui sederet perbedaan tersebut, keduanya juga memiliki persamaan antara lain:

  1. Baik listrik statis maupun dinamis keduanya memiliki daya magnet yang saling tarik menarik.
  2. Guna menghasilkan dua jenis listrik, dibutuhkan dua benda serta material yang berhubungan antara satu sama lain untuk kemudian menjadi perantara aliran listrik.
  3. Antara listrik statis dan dinamis, keduanya memiliki inti atom.

Itulah perbedaan dasar antara listrik statis dan dinamis, maupun persamaannya. Keduanya tentu memiliki fungsi dam cara kerja yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *